Pages

Selasa, 30 April 2013

Cara menghubungkan 2 komputer - via Kabel LAN

Menghubungkan 2 Komputer atau PC dengan kabel Cross, atau biasa orang sebut Crossing…!, yaitu PC ke PC atau LAN Card ke LAN Card tanpa menggunakan Hubatau Switch, bila sudah mengenal konfigurasi LAN dan TCP/IP maka caramenghubungkan 2 Komputer ini tak beda jauh dengan menghubungkan ke beberapakomputer dengan hub.
Pada jaman perkembangan teknologi komputer yang sudah secanggih seperti sekarang ini di mana komputer sudah cukup pasaran seperti makanan ringan dan apa-apa sudah serba networking , apa-apa serba online bahkan kita bisa mengendalikan bisnis cukup denganLaptop sambil tiduran di kamar. Maka menurut saya para pengguna komputer sedikit banyaknya perlu memahami masalah jaringan atau peng-koneksian antar PC tidak seperti jaman dulu di mana masalah teknis dan networking terbatas hanya di mengerti para IT atauTeknisi.
Jenis koneksi komputer yang secara umum di dukung oleh System-system Operasiversi terakhir saat ini ada 3 jenis yaitu:
1.Infrared Connection - yaitu komputer-komputer yg akan di koneksikan harus mempunyai port infrared (IR), koneksi jenis ini banyak di manfaatkan oleh para pengguna komputer Laptop di mana umumnya laptop di dalamnya sudah terpasang port(IR).
2.Direct Cable Connection - yaitu memanfaatkan port serial atau paralel yang ada di hampir semua komputer memakai kabel paralel atau serialkoneksi jenis ini jaman sekarang sudah jarang sekali di pakai.
3.Ethernet - yaitu menggunakan Ethernet Card yang di pasang dan di install di PC sertakabel UTP sebagai perantara nya, Jenis koneksi yang inilah yang paling populer dan paling banyak di gunakan di mana-mana dari tingkat jaringan kecil sampai jaringan besar. ini yang akan saya bahas di sini.
Secara singkat untuk menghubungkan 2 komputer atau PC atau membuat suatujaringan komputer kecil atau besar ada 2 hal pokok yang perlu di lakukan:
Pertama menyiapkan perangkat penghubung koneksi seperti: kabel UTPHub atauswitchRouter (bila di perlukan),…
Kedua memberikan alamat TCP/IP di setiap Ethernet Card PC yang akan di hubungkan.

MENYIAPKAN PERANGKAT PENGHUBUNG

Menghubungkan 2 komputer atau PC langsung tanpa menggunakan hub atau switchdapat dengan mudah dilakukan dengan menyiapkan kabel UTP yang di pasang ConnectorRJ45 dengan susunan kabel cross, yang merupakan lawan dari kabel straight-throughdengan urutan sebagai berikut:cara-menghubungkan-komputer-LAN-port-kabel
STRAIGHT
—————————
Kabel 1 Oranye - garis putih
Kabel 2 Oranye
Kabel 3 Hijau - garis putih
Kabel 4 Biru
Kabel 5 Biru - garis putih
Kabel 6 Hijau
Kabel 7 Coklat - garis putih
Kabel 8 Coklat
—————————
cara-menghubungkan-komputer-LAN-port-kabel-2
CROSS
—————————
Kabel 1 Hijau - garis putih
Kabel 2 Hijau
Kabel 3 Oranye - garis putih
Kabel 4 Biru
Kabel 5 Biru - garis putih
Kabel 6 Oranye
Kabel 7 Coklat - garis putih
Kabel 8 Coklat
—————————
Kabel cross berbeda dengan kabel straight-through karena salah satu ujung yang memancarkan dan menerima ditukar. Komputer yang terhubung ke hub biasanya menggunakan kabel straight-through. Jadi ujung pertama urutan standart (straight) dan pada ujung lainnya kabel pada urutan 1 ditukar 3, dan pada urutan 2 di tukar 6
Kabel 1 Menjadi 3
Kabel 2 Menjadi 6
Kabel 3 Menjadi 1
Kabel 4 Biru
Kabel 5 Biru - garis putih
Kabel 6 Menjadi 3
Kabel 7 Coklat - garis putih
Kabel 8 Coklat
Bila susunan kabel yang di perlukan sudah siap maka tinggal memasukan ke connector RJ45 lalu di tekan dengan Crimp Tool

MEMBERIKAN ALAMAT TCP/IP

Apa IP itu ?
cara-menghubungkan-komputer-LAN-port-kabel-3
IP adalah “sebuah nomor yang digunakan untuk akses ke Internet atau suatu jaringan komputer. Setiap komputer yang terhubung dengan internet atau jaringan harus memiliki nomor IP yang berbeda (unik).”
IP itu sendiri ditentukan oleh Subnetmask, fungsi dari subnetmask ini adalah untuk membedakan bagian mana dari IP tersebut disebut network dan bagian mana yang disebut dengan host.
Contoh dari subnetmask : 255.255.255.0 atau FF.FF.FF.0 atau dapat ditulis dengan prefix /24 disini cara penulisan yang kita gunakan adalah dengan menggunakan prefix “/” .
IP Address yang sekarang kita gunakan adalah IPv4 (IP version 4 ) yang mendefinisikan 32 bit, berarti hanya 232(4.294.697.296) alamat IPv4 yang tersedia.
Sebelum memberikan alamat TCP/IP tentu terlebih dahulu harus di pastikan Ethernet Card atau banyak juga menyebut LAN Card harus sudah terpasang dan ter-install Driver-nya di tiap PC yang akan di hubungkan. Mainboard generasi sekarang kebanyakan sudah ada Onboard Ethernet Card nya, bila belum ada bisa di beli dan di pasang serta di install Driver-nya.
Kemudian untuk memberi TCP/IP sekarang kita ambil contoh pada konfigurasi menggunakan Windows XP,untuk OS lain nya kurang lebih juga sama, yang penting kan logika-nya…!
Klik -> start –> Setting –> Network Connections –> klik-kanan Local are Connections–>Properties –> pada jendela Local are Connections Properties : pilih –> Internet Protocol(TCP/IP) –> klik Tab Properties –> lalu pilih : Use the following IP address –>lalu isikan IP address kelas C, seperti gambar di bawah ini:
cara-menghubungkan-komputer-LAN-port-kabel-4cara-menghubungkan-komputer-LAN-port-kabel-5
Seperti gambar di atas IP address PC utama/Server adalah:
IP address:
192.168.0.1 (IP default dari OS Windows)
Subnet mask
255.255.255.0
default gateway:–di kosongkan aja untuk tahap ini–
IP address PC lain/client nya adalah:
IP address:
192.168.0.1 (IP default dari OS Windows)
Subnet mask
255.255.255.0
default gateway
192.168.0.1 ( Boleh juga di tidak di isi ,IP dari PC utama yang nantinya berguna untuk sharing internet). Kemudian sampai tahap ini bila kabel UTP dengan susunan Cross tadi sudah terpasang RJ45 sekarang tinggal mengetes koneksi, yaitu memasukan ujung-ujung Connector RJ45 ke masing-masing Ethernet / LAN Card di PC, lalu bisa di tes dengan cara menge-Ping nya dari menu Run–>klik–>Start–> Run–> ketik –>ping 192.168.0.1 (IP PC utama, yang di ping dari PC lainnya, atau kebalikannya), bila “Reply” maka koneksi “Sukses”…..atau bisa juga di tes langsung melalui Sharing FilesDriveatau Folder…cara untuk sharing ini tentu mudah tinggal –>klik-kanan pada Drive atau folder yang akan di sharing–>Sharingand Security–>lalu pilih Options Sharing.

MEMASANG KABEL UTP YANG SUDAH TERPASANG KONEKTOR KE PC

Setelah kabel utp terpasang konektor, langkah selanjutnya adalah menancapkan kabel utp tersebut ke LAN CARD computer, jika hanya menggunakan dua computer maka pasanglah kabel UTP yg telah terpasang RJ-45 dengan konfigurasicross-over ke masing-masing komputer, tetapi jika terdiri dari tiga computer atau lebih maka kita harus menggunakanswitch/switch dengan topologi kira -kira sebagai berikut :
cara-menghubungkan-komputer-LAN-port-kabel-6cara-menghubungkan-komputer-LAN-port-kabel-7
Gambar di atas merupakan switch atau hub yang terdiri 8 port, yang banyak terdapat dipasaran switch/hub dengan jumlah colokan rj -45 sebanyak 4/8/16/32 port , mengenai pemilihan tinggal disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk memasang kabel UTP pada switch, Anda tinggal menancapkan satu konektor RJ -45 yang telah terpasang pada kabel UTP tadi ke salah satu port pada switch/hub dan satunya lagi pada PC. Jika sudah di tancapkan maka akan muncul icon LAN Connected pada system tray computer :
cara-menghubungkan-komputer-LAN-port-kabel-8

Senin, 29 April 2013

Record di dalam Record



Record bisa berisi record lain sebagai field. Seperti contoh record tanggal dan jam dikombinasikan menjadi sebuah record saat ini

type tanggal = record
        bulan, hari, tahun : integer;
        end;

type waktu = record
        jam, menit, detik : integer;
        end;

type waktu_ini = record
         tanggal_ini : tanggal;
         waktu_ini : waktu
        end;

Kemudian kita perlu membuat variabel kerja
var saat_ini : waktu_ini;

Type alamat = record
            Jalan : string;
            Kota : string;
         End;
         karyawan = record
            Kode : string;
Nama : string;
Almt : alamat;
         End;

Var kar : array [1..50] of karyawan

Isi Data Karyawan

Kode Karyawan         : 
Nama Karyawan        :  
Alamat Karyawan      :
Kota                            :
                       
Isi data lagi (Y/T) : -


With kar, almt do

RECORD



Pascal menyediakan suatu tipe data terstruktur yang disebut dangan record. Dengan tipe data record, dapat dikumpulkan beberapa item data yang masing-masing dapat mempunyai tipe data berbeda. Masing-masing item data disebut dengan field. Jadi record terdiri dari kumpulan field yang dapat berbeda tipe. Biasanya suatu record berisi beberapa field untuk sebuah subyek tertentu. Misalnya record Langganan dapat terdiri dari field kode langganan, nama langganan, alamat langganan, dan besarnya piutang.

Deklarasi record
Diawali kata cadangan Record, lalu diikuti daftar field dan diakhiri kata cadangan end;

Syntax :
Type
Langganan = record
            Kode    : integer;
            Nama  : string[35];
            Alamat : string[45];
            Piutang : real;
End;
Var
            Langganan : lgn;
           
 (*--- program utama ----*)
Begin
            -----
            -----
End.

Tiap komponen field dari record dapat digunakan dengan cara menuliskan :
            Pengenal-record . pengenal-field
Dari contoh di atas, pengenal record adalah Langganan dan pengenal field adalah Kode, Nama, Alamat, dan Piutang. Bila field Nama akan digunakan, misalnya akan diisi dengan suatu nilai nama maka dapat dituliskan :
            Langganan.Nama := ’Avril Lavigne’;
                                            
Contoh program:
type
data_pegawai = record
kd_peg : string[5];
nama : string[15];
alamat : string[20];
gaji : longint;
end;

var
pegawai : data_pegawai;

atau langsung di deklarasikan di variabel :

var
pegawai : record
kd_peg : string[5];
nama : string[15];
alamat : string[20];
gaji : longint;
end;

Cara menggunakan tiap field dari record untuk input, cetak dan proses adalah sebagai
berikut :
Contoh program:
program contoh_record_sederhana;
uses crt;
type
data_pegawai = record
kd_peg : string[5];
nama : string[15];
alamat : string[20];
gaji : longint;
end;

var
pegawai : data_pegawai;

begin
clrscr;
write('Kode pegawai =');readln(pegawai.kd_peg);
write('Nama pegawai =');readln(pegawai.nama);
write('Alamat pegawai =');readln(pegawai.alamat);
write('Gaji pegawai =');readln(pegawai.gaji);

{cetak}
writeln('Kode pegawai :',pegawai.kd_peg);
writeln('Nama pegawai :',pegawai.nama);
writeln('Alamat pegawai :',pegawai.alamat);
writeln('Gaji pegawai :',pegawai.gaji);
readln;
end.

STATEMENT WITH
Akan lebih mudah dan lebih pendek bila pengenal-record tidak selalu harus ditulis. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan statement WITH yang menyebutkan pengenal-recordnya sehingga penggunaan field-field selanjutnya sudah tidak perlu menyebutkan pengenal recordnya kembali.
Contoh program menggunakan statement With :
Program Luas_Lingkaran_menggunakan _statement _record;
Uses crt;
Type
        Hasil = record
                  Jari_jari : real;
                  Keliling  : real;
                  Luas      : real;
      End;
Var
      Lingkaran : Hasil;
Begin
      With Lingkaran do
      Begin
Clrscr;
Write(‘Jari-Jari Lingkaran = ‘);readln(jari_jari);
Keliling := 2*PI*Jari_jari;
Luas := PI*sqr(Jari_jari);
Writeln;
Writeln(‘Keliling Lingkaran  =  ‘,Keliling:7:2);
Writeln(‘Luas Lingkaran  =  ‘,Luas:7:2);
End;
      Readln;
End.

Dengan statement with, maka satu blok statement berikutnya setelah statement with ini dapat mempergunakan field tanpa menyebutkan lagi pengenal-recordnya.
Contoh 2 :
Program contoh_record_menggunakan_statemen_with;
uses crt;
type
data_pegawai = record
kd_peg : string[5];
nama : string[15];
alamat : string[20];
gaji : longint;
end;
var
pegawai : data_pegawai;

begin
with pegawai do
begin
clrscr;
write('Kode pegawai =');readln(kd_peg);
write('Nama pegawai =');readln(nama);
write('Alamat pegawai =');readln(alamat);
write('Gaji pegawai =');readln(gaji);

{cetak}
writeln('Kode pegawai :',kd_peg);
writeln('Nama pegawai :',nama);
writeln('Alamat pegawai :',alamat);
writeln('Gaji pegawai :',gaji);
end;
readln;
end.

Berikut ini adalah program menggunakan Prosedur dengan parameter array bertipe record.
Program Prosedur_dengan_parameter_array_bertipe_record;
Uses crt;-
Type nilai =
                  Record
                              nim : string[10];
                              nmmhsw: string[15];
                              Pas, cob, mat, rt : real;
                  End;
      A  = array[1..20] of nilai;
Var
      Ulang : boolean;

Procedure TampilanMenu (var pil : integer);
Begin
      Gotoxy(10,5); writeln(‘-----------------------------------------------------‘);
      Gotoxy(10,6); writeln(‘                 Menu Utama                                ‘);
      Gotoxy(10,7); writeln(‘---------------------------------------------------- ‘);
      Gotoxy(10,8); writeln(‘  1. Isi Data Nilai Mahasiswa                       ‘);
      Gotoxy(10,9); writeln(‘ 2. Laporan Nilai Mahasiswa                       ‘);
      Gotoxy(10,10); writeln(‘ 3. Selesai                                                    ‘);
      Gotoxy(10,11); writeln(‘---------------------------------------------------‘);
      Gotoxy(10,12); writeln(‘              Pilih :                                            ‘);
      Gotoxy(10,13); writeln(‘---------------------------------------------------‘);
Gotoxy(25,12); readln(pil);
End;

Procedure TampilanIsi;
Begin
      Gotoxy(10,5); writeln(‘-----------------------------------------------------‘);
      Gotoxy(10,6); writeln(‘                Isi Data Nilai Mahasiswa             ‘);
      Gotoxy(10,7); writeln(‘---------------------------------------------------- ‘);
      Gotoxy(10,8); writeln(‘  Nim                           :                                  ‘);
      Gotoxy(10,9); writeln(‘ Nama Mahasiswa      :                                  ‘);
      Gotoxy(10,10); writeln(‘ Nilai Pascal :                                  ‘);
      Gotoxy(10,10); writeln(‘ Nilai Cobol              :                                   ‘);
Gotoxy(10,10); writeln(‘ Nilai Matematika     :                                  ‘);
Gotoxy(10,10); writeln(‘ Rata-rata                 :                                  ‘);
      Gotoxy(10,11); writeln(‘---------------------------------------------------‘);

      Gotoxy(10,12); writeln(‘          Isi Data lagi (Y/T)                               ‘);
      Gotoxy(10,13); writeln(‘---------------------------------------------------‘);
End;

Procedure IsiNilai(var m:A; i:integer);
Begin
      With m[i] do
      Begin
Gotoxy(30,8);readln(nim);
Gotoxy(30,9);readln(nmmhs);
Gotoxy(30,10);readln(pas);
Gotoxy(30,11);readln(cob);
Gotoxy(30,12);readln(mat);
rt := (pas+cob+mat)/3;
Gotoxy(30,13);writeln(rt:4:2);
            End;
End;

Procedure IsiDataNilai(var m:A; var k:integer);
Var  lagi : char;
Begin
lagi :=’Y’; k:=0;
while upcase(lagi) = ’Y’ do
begin
clrscr; k:=k+1;
TampilanIsi;
IsiNilai(m,k);
Gotoxy(33,15);readln(lagi);
            End;
End;

Procedure HeaderLaporan;
Begin
 writeln(‘-----------------------------------------------------‘);
       writeln(‘              Laporan Nilai Mahasiswa              ‘);
       writeln(‘---------------------------------------------------- ‘);
      writeln(‘No      Nim     Nama Mahasiswa       Pascal             Cobol 
                  Matematika     Rata’);
writeln(‘---------------------------------------------------- ‘);
end;

Prosedur Laporan(var M:A; n:integer);
Var lagi : char;
      l     : integer;
begin
      writeln(’  ’,l:2,’   ’,nim,nmmhs:20,’   ’,pas:4:2, ’   ’,cob:4:2,’   ’,
                  mat:4:2,’    ‘,rt:4:2);
      if l mod 3=0 then
      begin
 writeln(‘----------------------------------------------------‘);
 writeln(‘tekan enter  -> lanjut ‘ );readln;
 clrscr;
 headerLaporan;
end;
end;
writeln(‘----------------------------------------------------‘);
writeln(‘ habis ‘);
readln;
end;

{program utama}
Var
      Pilih     : integer;
      nl         : A;
      j           : integer;
begin
      ulang := true; j:=0;
      while ulang do
clrscr;
TampilanMenu(pilih);
Case pilih of
1 : IsiDataNilai(nl,j);
2 : Laporan(nl,j);
3 : exit;
End; {case}
End; {while ulang}
End.